oleh

Telusur News bersama Kantor Hukum Gelar Seminar dan Diskusi Ketenagakerjaan

BEKASI – Media Telusur News bersama Kantor Hukum (Law firm Roviva M Panggabean, .S.H dan Law firm Bernando P Nababan, .S.H, M.H) menggadakan Seminar dan Diskusi, Kamis (22/10/2020) pagi.

Acara yang didukung oleh Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Tenaga Kerja, BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan, bertema: “Antisipasi dan Solusi PHK Pekerja pada Masa Pandemi Covid-19”

Hadir ketika itu Narasumber berkompeten dibidangnya, Moderator, Sejumlah peserta dari Serikat Pekerja dan Asosiasi Pengusaha. Jaringan Telusur dan para Media.

“Ide membuat seminar ini, bermula keprihatinan kami (panitia pelaksana) terhadap kawan-kawan pekerja yang mengalami PHK di masa pandemi ini. Berlanjut kami berdiskusi kecil dan kami putuskan untuk membuat seminar dan diskusi tersebut. Dengan modal niat baik, semangat dan keyakinan, bersyukur acara ini terlaksana dengan lancar. Kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak, juga kepada Pemerintah Kota Bekasi dan rekan-rekan yang telah membantu kami,” ujar Pimpinan Umum Media Telusur News (telusurnews.com) sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, M. Lengkong, baru-baru ini.

Seminar dan diskusi ini menghadirkan 4 (empat) Narasumber yaitu Perwakilan Disnaker Kota Bekasi Sudirman, Ahli Hukum Ketenagakerjaan Dr (c) Anggraeny Haryani Putri, S.H.,MH., Pengamat Kajian Ekonomi Politik Nurseylla Indra, S.H., MM., dan Asisten staf khusus Kemenaker RI Andy william sinaga, S.Sos., S.H., M.H.

Sementara itu sesi acara seminar dan diskusi dipandu oleh Moderator Bernando P Nababan., SH., MH

Berikut secara singkat catatan pemaparan para Narasumber

“Fokus pemerintah dalam hal ini menyelamatkan perusahaan yaitu dengan memutus rantai virus covid-19. Upaya pemerintah dengan memberikan bansos, keringanan kredit dan pajak, itu sifatnya sementara. Sebanyak apapun dana yang digelontorkan, itupun juga tidak dapat memutus daripada virus itu. Dalam hal ini pemerintah menerapkan PSBB dan memberlakukan para pekerja untuk bekerja dari rumah atau WFH,” demikan disampaikan Perwakilan Disnaker, Sudirman.

“Tiga antisipasi yaitu pertama, dialog dua arah yang wajib di lakukan si pemberi kerja dan pekerjanya. ini untuk mengantisipasi PHK yang dimana si pemberi kerja memberitahukan bagaimana kondisi perusahaan saat ni, agar kedepan jika terjadi pekerja dirumahkan tidak langsung marah dan demo turun ke jalan. Kedua, menyusun kebijakan ketenagakerjaan dalam situasi pandemi covid-19, dalam hal ini yang bisa memberikan kebijakan hanya pemerintah dan harus membuat kebijakan yang mengamankan dua belah pihak jangan satu pihak. Ketiga, dialog tripartit, dialog ini di lakukan setelah terjadinya PHK jadi ketiganya harus berdialog bahwa kebijakan sudah di lakukan, PSBB sudah di jalankan agar ekonomi tetap berjalan, namun ternyata pengurangan daya beli di masyarakat, sehingga roda ekonomi tidak baik menyebab kan perusahaan merumahkan pekerjanya dan menyebabkan PHK. Itu harus di sampaikan agar tidak menjadi mis dan menyebabkan fatal,menurutnya itu 3 antisipasi yg tepat di lakukan saat ini,” pungkas Ahli Hukum Ketenagakerjaan, Dr (c) Anggreany Haryani Putri, S.H., M.H.

“Virus covid-19 ini sangat ilmiah dan menimbulkan masalah-masalah. Ada beberapa pasal terkait dengan darurat bencana dan PSBB. Adapun dari pusat menyampaikan kebijakan-kebijakan yang di buat ini, tentunya bagaimana perusahaan menyikapi tentang aturan-aturan yang dibuat dari mulai kantor ditutup sementara dan bagaimana pengupahan karyawan yang di rumahkan. Serta menyampaikan juga bahwa Covid- 19 sudah menjadi wabah global,” terang Asisten staf khusus Kemenaker RI, Andy William Sinaga, S.Sos., S.H., M.H

“Mengenai pertumbuhan ekonomi saat ini sudah krisis, karena pertumbuhanya semakin memburuk, secara otomatis masuk resesi Kuartal pertama, dengan nila kita masih positif setelah PSBB. Nah kuartal kedua itulah dampaknya karena mengalami penurunan 5,3
yang artinya 5,9% nilai ekonomi turun anjlok secara otomatis. Semua usaha tutup dan aktifitas usahapun tidak ada dikuartal ketiga. Itu pun masih sama mengalami minus. Kemarin ibu Sri mulyani menyatakan bahwa kita sudah masuk resesi sejak akhir bulan september, ini artinya negara kita dalam keadaan yang mengkhawatirkan,” ungkap Pengamat Kajian Ekonomi dan Politik, Nurseylla indra, S.H., M.M.

Rangkaian acara berjalan baik, dari awal sampai akhir penerapan protokol kesehatan Covid-19, secara masif diterapkan. Baik panitia pelaksana, peserta, narasumber, moderator dan tamu undangan lainnya wajib cek suhu tubuh, menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

(Aan/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed