oleh

Sejumlah 160 Pelaku Usaha Terima Sertifikasi Produk Halal

KOTA BEKASI – Disampaikan sejumlah banyak pelaku usaha menerima sertifikat produk halal yang difasilitasi oleh Pemerintah Kota Bekasi, melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DiskopUKM), tahun 2020.

Sementara untuk penganggaran kegiatan tersebut tertuang dalam data, anggaran DID TA 2020 yakni Rp. 750 juta, namun menurut Kepala Seksi Pengembangan, Pemberdayaan Usaha dan Fasilitasi UKM, Lolly, kepada telusurnews menyampaikan bahwa penyerapan hanya berkisar 80 persen.

“Kita menjalankan seperti tahun-tahun sebelumnya sudah ada. Baiknya UKM memiliki sertifikat halal nya, apalagi kita orang Indonesia. Jadi kita menjalankan seperti tahun-tahun lalu,” kata Lolly saat diwawancarai, Kamis (04/02/2021) siang di ruang kerjanya.

Jadi, lanjut Lolly, sebelum para pelaku usaha menerima sertifikat, pihaknya melakukan pelatihan terlebih dahulu.

“Ada pelatihan nya tentang sertifikat halal itu. Apa kegunaan nya, syaratnya bagaimana, supaya dapat sertifikat halal dan apa tujuan nya, itu ada sosialisasi nya,” ungkapnya.

Selain sosialisasi secara umum, ada juga sosialisasi secara khusus, jelas Lolly. Tentang pembentukan sertifikat itu juga.

“Misalnya bahan-bahan nya harus yang halal. Sampai hasil pemasaran nya, Itu harus dalam kondisi halal,” jelasnnya ketika itu.

Sementara itu, untuk tahun 2020, ada 160 pelaku usaha UMKM yang menerima sertifikat halal secara gratis.

“Tadinya kita berencana 180 (pelaku usaha UMKM), tapi mungkin karena waktu, prosedur dan segala macam, fix nya akhirnya 160 ,” imbuhnya.

Dengan sertifikat halal, konsumen menjadi berani untuk membeli, tidak ragu, tidak bertanya-tanya, bahwa produk makanan nya baik dan sehat, kata Lolly.

Dari Anggaran DID TA 2020 Rp. 750 juta, Ia menyatakan yang terserap berkisar 80 persen.

“Karena kondisi begini, karena tidak audit ke lapangan tentu lebih irit sedikit. Kemarin itu yang tidak terserap hanya 20 persen dan yang terserap 80 persen. Yang tidak terserap itu yang tidak bisa dilaksanakan pada masa pandemi ini,” pungkasnya.

(LK/Aan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed