Polda Metro Jaya Gelar Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Disertai Mutilasi

Polda Metro Jaya Gelar Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Disertai Mutilasi

Jakarta,- Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan dan mutilasi terhadap korban Rinaldi Harley Wismanu (RHW) seorang manajer yang tubuhnya ditemukan terpotong menjadi 11 bagian dalam tas ransel di Apartemen kalibata Jakarta Selatan, Rabu (16/09) yang lalu.

Dalam rekonstruksi tersebut terdapat 37 adegan dan 13 TKP yang di peragakan oleh tersangka DAF dan LAS, 12 TKP di peragakan di Halaman gedung Resmob Polda Metro Jaya.

“Di sini (Polda Metro Jaya) penyidik mendapatkan petunjuk baru, mulai dari perencanaan pembunuhan di kamar kost tersangka, hingga pertemuan korban di salah satu kafe di Juanda (Jakarta Pusat),” kata Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Jean Caljvin Simanjuntak di Apartemen Pasar Baru, Jakarta Pusat, Jumat (18/09/2020).

Ia menambahkan, Korban mengenal tersangka LAS sejak setahun yang lalu dari salah satu aplikasi media sosial, dan baru merencanakan pertemuan pada tanggal 05 September 2020.

“Tersangka LAS dan korban melakukan chatingan di pesan aplikasi sosmed. Kemudian mereka memboking kamar di apartemen Pasar Baru (Jakarta Pusat) melalui aplikasi,” ujar Caljvin.

Caljvin menjelaskan, para tersangka sebelumnya merencanakan sesuatu akan memeras korban RHW dengan alibi telah meniduri istri tersangka LAS.

“Disini kami menemukan Fakta baru, korban diperas oleh DAF dengan modus telah meniduri istrinya LAS dan meminta sejumlah uang,” ungkapnya.

Karena menolak, tersangka DAF yang menunggu di dalam kamar mandi dengan menyiapkan batu dan gunting akhirnya memukul korban dengan batu.

“Korban sempat menolak memberika uang, akhirnya DAF memukul pelipis sebelah kiri,”kata Caljvin.

Menurut Wadir Reskrimum, Korban dan tersangka LAS sempat melakukan hubungan badan sebelum di pukul dengan batu dan di tusuk gunting oleh tersangka DAF.

“Dalam adegan rekonstruksi tersangka DAF memperagakan bagaimana dia memukuli korban dengan batu dan menusuk korban dengan gunting ,”jelasnya.

Pada adegan berikutnya, penyidik juga menjelaskan korban ditarik dan di tidurkan oleh tersangka DAF ke tempat tidur.

“Kemudian tersangka LAS memaksa menanyakan PIN telepon korban,” ujar Calvjin.

Awalnya, Korban menolak memberikan kode PIN telepon selulernya kepada kedua tersangka.

“Karena menolak, tersangka DAF justru semakin ganas, ia menusukan korban sebanyak 8 kali ke tubuh korban, setelah memberikan pin nya, korban kemudian meninggal dunia,” ungkap Caljvin.

Kedua tersangka menutupi korban yang berlumuran darah dengan baju dan mengikat kaki korban dengan tali, kemudian jasad korban dipindahkan ke dalam kamar mandi.

“Dari keterangan tersangka, mereka panik dan berusaha menghilangkan barang bukti dengan keluar membeli parang dan gergaji di daerah pasar Minggu Jakarta Selatan,” kata Calvjin.

“Pada tanggal 12 September, tersangka DAF memutilasi tubuh korban, dan membeli sprei dan cat untuk menghilangkan barang bukti, mereka mengaku aksi kejamnya didapatkan dari sosial media,” tambahnya.

Tersangka sempat memesan kamar di apartemen kalibata city Jakarta Selatan, untuk menyembunyikan sementara potongan tubuh korban di dalam tas ransel dan koper.

“Rencananya potongan tubuh korban akan di kubur di halaman belakang kontrakan tersangka di daerah Cimanggis Depok,” tutup Mantan Kapolres Trenggalek itu.

Akibat perbuatannya para tersangka akan dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan serta pasal 365 KUHP pencurian dengan kekerasan dengan ancaman pidana seumur hidup maksimal hukuman mati.

HZ

Tags:

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan