Pelaku Dugaan Pencemaran Nama Baik Ahok Tidak Ditahan, Hanya Wajib Lapor

Pelaku Dugaan Pencemaran Nama Baik Ahok Tidak Ditahan, Hanya Wajib Lapor

Jakarta,- Polda Metro Jaya berhasil mengamankan dua orang pelaku dugaan pencemaran nama baik Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Kedua pelaku terbukti bersalah melanggar Pasal 27 UU ITE dan ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak Kepolisian.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, kedua pelaku telah diamankan oleh Kepolisian di daerah Bali dan Medan, Sumatera Utara.

“Para tersangka adalah KS (67), seorang perempuan, diamankan Polisi dari Bali, pada 29 Juli 2020, serta EJ (47), yang juga seorang perempuan dan diamankan dari Medan, Sumatera Utara,” Kata Yusri kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Kamis (30/07/2020).

“KS ditangkap pada Rabu. Sedang EJ Kamis (30/7/2020). EJ ditangkap di Medan dan saat ini sedang diterbangkan ke Jakarta,” tambahnya.

Yusri menjelaskan, kedua tersangka berada di salah satu komunitas yang sama di jejaring sosial bernama Veronica lovers.

“Dari keterangan tersangka, keduanya adalah penggemar berat dari saudari Veronica Tan,” ujarnya.

Tersangka KS diketahui adalah pemilik akun instagram @ito.kurnia dan EJ adalah pemilik akun instagram @An7a_s679. Mereka kerap kali diduga melakukan pencemaran nama baik mantan suami Veronica.

“Berdasar penyelidikan tim Cyber Crime, setelah menerima laporan pelapor, diketahui bahwa dua akun milik pelaku inilah yang dalam postingannya kerap mencemarkan nama baik Basuki Tjahaja Purnama beserta istri dan keluarga,” ungkap Yusri.

Kemudian melalui kuasa hukum Ahok bernama Ahmad Ramzy membuat laporan pencemaran nama baik tersebut ke Polda Metro Jaya pada 17 Mei lalu, dan teregister dengan nomor LP/2885/V/YAN 25/2020/SPKT PMJ tanggal 17 Mei 2020.

“Setelah melalui penyelidikan dan penyidikan serta gelar perkara, diketahui laporan pelapor memenuhi unsur pidana dan kami berhasil mengidentifikasi keberadaan pemilik akun yang melakukan pencemaran nama baik,” kata Yusri.

Kepolisian saat ini masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman terkait dugaan adanya motif lain di balik pencemaran nama baik Ahok tersebut.

“Jadi, motifnya saat ini, bahwa mereka semua ini penggemar dari saudari Veronica, mereka merasa memiliki kesamaan histori dengan Veronica. Makanya timbul kebencian mereka untuk melakukan perbuatan seperti postingan mereka di instagram kepada korban Basuki Tjahaja Purnama,” ujar Yusri.

Diketahui, Tersangka EJ adalah ketua Komunitas Veronica Lovers. Dalam beberapa postingannya, Mereka kerap menyebarkan foto dan tulisan yang tidak pantas.

“Para tersangka menyandingkan foto Ahok dan istri dengan foto binatang, dan juga disertai dengan narasi serta tulisan yang tidak pantas,” ucap Yusri.

Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, menurut Yusri, saudari KS tidak dilakukan penahanan namun hanya dikenakan wajib lapor.

“Sebab, pasal yang disangkakan yakni Pasal 27 UU ITE ancaman hukumannya di bawah 5 tahun,” pungkasnya.

Selanjutnya, Untuk tersangka EJ Polisi masih melakukan pemeriksaan terlebih dahulu di Polda Metro Jaya.

“Untuk EJ malam ini baru akan sampai Polda Metro, akan diperiksa dahulu. Namun, nantinya juga tidak akan ditahan dan hanya dikenakan wajib lapor,” tandas Yusri.

HZ

Tags:

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan