oleh

Kadinkes, Tanti Rohilawati: Harus Patuh Protkes, Wajib 3M

KOTA BEKASI – Masyarakat diharapkan peduli terhadap dirinya, juga kepada orang lain, dengan disiplin menerapkan Protokol kesehatan yakni 3M.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati, mengimbau masyarakat agar menyadari pentingnya menjaga kesehatan dimasa Pandemi Covid-19.

“Kalau kita ingin sehat, pastinya 3 M nya diterapkan. Kan begitu garis lurus nya. Tapi kalau kita pun tidak ada kepedulian, terhadap kesehatan ini bukan akan berdampak nya kepada dirinya sendiri, lingkungan orang yang berkomunikasi dan dampak nya tidak sedikit, pasti akan luar biasa,” ungkapnya ketika diwawancarai, Rabu (21/10/2020) sore, di Gate 9 Stadion Patriot Chandrabagha, Kota Bekasi.

Oleh karena itu Kadinkes mengimbau, “Mari kita sama-sama, kalau kita ingin sehat dan kita ingin segera berakhir untuk pandemi ini, kasus Covid-19, maka kita harus patuh menjalankan protokol kesehatan nya, minimal 3 M itu wajib,” imbau Kadis.

“Menggunakan masker, Mencuci Tangan, serta Menjaga Jarak. Mari bersama-sama mulai dari diri sendiri. Himbauan ini bukan hanya untuk masyarakat, melainkan seluruh masyarakat, artinya semuanya. Baik itu ASN, non ASN, Instansi Pemerintah maupun swasta,” pungkasnya.

Senada dengan itu, Plh Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Dezi Syukrawati, menegaskan pentingnya Penerapan 3 M (Menggunakan Masker, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan) pada masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“Terkait dengan 3M, jelas nya Pemerintah sudah mendistribusikan masker. Sekarang kembali kepada kesadaran masyarakat untuk diri sendiri. Bagaimana masyarakat peduli pada dirinya dan juga pada orang lain. Kalau peduli pasti akan pakai masker,” ujarnya.

Dezy menambahkan, terkait berapa besar kepatuhan, “Masih belum dievaluasi secara total. Tapi, harapan kita adalah masyarakat menyadari bahwa ketika dia tidak patuh, berarti kan yang jadi korban tidak hanya dia, korbannya adalah orang lain yang ada disekitar nya,” imbuhnya.

Apalagi kata dia, sejauh ini Pemerintah telah memberikan stimulan berupa masker gratis, “Artinya sudah memberikan rangsangan, dengan memberikan masker gratis. Dan, jumlah yang diberikan sangat banyak. Artinya masyarakat harus menyadari itu. Harus ada kesadaran dari masyarakat nya. Ada kemandirian juga dari masyarakat, karena kedepannya bukan kebutuhan satu pihak, melainkan kebutuhan dari pribadi ini, pribadi itu yang harus menyadari bahwa kesehatan itu adalah dari dirinya masing-masing,” terangnya. (LK)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed