oleh

Diduga Lalai Mengelola Dana Desa, 3 Kuntua Di Minahasa Dipecat Secara Tidak Hormat

Minahasa,Sulut- Diduga lalai dalam mengelola aliran dana desa, 3 Kuntua (Kepala Desa) di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara dipecat dan diberhentikan secara tidak hormat oleh Bupati Minahasa Ir. Royke Oktavian Roring.

Tiga Kuntua (Kepala Desa) yang dipecat adalah, Kuntua Desa Sendangan Kecamatan Remboken, Kuntua Desa Kauneran Kecamatan Sonder dan Kuntua Desa Senduk Kecamatan Tombariri.

“Mereka (Kuntua) diberhentikan karena lalai dalam mengelola Dandes (Dana desa) tahun 2019, yang menyebabkan pencairan tahap III tersendat. Dua Kuntua berstatus pelaksana tugas dan satu nya lagi berstatus definitif (bukan untuk sementara) ,” kata Bupati Minahasa Ir. Royke Oktavian Roring kepada wartawan, di Jl, Sam Ratulangi kab Minahasa, Sulawesi Utara, Kamis (17/12/2020).

Langkah tegas yang diambil Bupati tersebut diharapkan memberi efek jera kepada kuntua sekaligus peringatan bagi ratusan kuntua lainnya di Minahasa. Meski demikian, Royke tetap mengupayakan agar masalah ini tidak merugikan masyarakat.

Bupati Royke didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Minahasa, Jeffry Tangkulung telah berkoordinasi dengan Kementerian Desa untuk mencarikan solusi agar sisa dana desa tetap dicairkan untuk kepentingan masyarakat meski proses hukum harus dialami ketiganya.

“Untuk proses hukumnya tetap jalan, dan kita serahkan semuanya ke aparat penegak hukum,” ujar Royke.

Bupati mengingatkan kembali kepada seluruh kuntua di Minahasa agar bekerja dengan baik dalam pengelolaan Dandes.

“Saya minta, kuntua lebih teliti lagi dalam pengelolaan Dandes. Sebab, bisa saja tidak bermaksud membuat salah tapi terjadi kesalahan administrasi. Untuk itu, selalu berkonsultasi dengan dinas terkait supaya pelaksanaan penggunaan Dandes ini bisa berjalan sesuai regulasi yang ada,” tegas Royke.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Minahasa AKP Sugeng WS SH SIK mengatakan belum menerima laporan apapun terkait 3 kuntua yang dipecat bupati.

“Sampai sekarang belum ada laporan ke kita (Kepolisian) , silahkan konfirmasi kembali ke Pemkab,” kata Sugeng.

(Maxie/CP)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *