Datangi Kantor Golkar Kota Bekasi, Pengusaha Andy Salim Klaim Gedung Miliknya

Datangi Kantor Golkar Kota Bekasi, Pengusaha Andy Salim Klaim Gedung Miliknya

KOTA BEKASI – Didampingi tim kuasa hukumnya, Pengusaha Andy Salim mendatangi gedung DPD Partai Golkar di Jalan Ahmad Yani Bekasi Selatan, Selasa (7/7/2020) siang dan meminta agar dikosongkan.

Pria bernama lengkap Andy Iswanto Salim mengklaim gedung tersebut adalah miliknya. Pihaknya memaparkan peristiwa secara singkat saat dirinya membeli gedung tersebut dari pengurus Partai Golkar.

“Saya hanya mau buka mata banyak orang, biar semua orang-orang pada tahu dan bisa menilai sendiri bahwa ternyata semua kebaikan dan dukungan orang-orang baik dan benar, tidak bernilai dimata RE. Saya sudah mengikuti dan melakukan semua kemauan dan saran yang pernah diajukan oleh pihak penjual seperti masa Pilkada Kota Bekasi kemarin, itu semua saya lakukan demi menjaga marwah dan keberhasilan Partai Golkar di Kota Bekasi,” kata Andy Salim didampingi tim kuasa hukumnya.

Lebih lanjut kata dia, “Pepen (panggilan akrab Rahmat Effendi selaku Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi yang juga sebagai Wali Kota Bekasi-Red) sendiri juga sudah buat statemen dan pengakuan bahwa aset itu sudah beralih ke saya (Andy Salim). Bahwa proses jual beli tersebut sudah sejak tahun 2004 lalu dan hal ini juga sudah diakui oleh pihak Ketua DPD sendiri selaku penjual dibeberapa media beberapa waktu lalu, dan transaksi yang sudah puluhan tahun ini menjadi masalah hukum yang tidak kunjung beres, sekalipun sudah ada putusan inkrach (berkekuatan hukum tetap),” ungkapnya.

Sebelum terjadi tranksasi penjualan, kata Andy, sudah ada keputusan bersama antar kedua DPD pada 13 September 2004. Kemudian diperkuat lagi pada rapat pleno dimasing-masing DPD pada 1 Oktober 2004, lalu pada 25 Oktober 2004, hingga terjadilah tranksaksi jual beli aset DPD Partai Golkar di Notaris Ny. Rosita Siagian, SH.

“Lalu tiba-tiba saya digugat oleh DPD Golkar Kota Bekasi dan terjadi kesepakatan yang diperkuat oleh putusan perdamaian nomor 41/pdt.g/2015/PN Bekasi yang isinya bahwa DPD Partai Golkar ingin mengembalikan uang saya dengan masa waktu yang sudah disepakati bersama. Dan ternyata mereka tidak menepati, yang anehnya mereka gugat kembali dan kalah sampai banding tetap kalah sampai inkrach,” jelas Andy.

Menurutnya, pihaknya akan terus berjuang untuk menegakkan kebenaran demi sebuah kepastian hukum.

Selain langkah pengosongan, pihaknya telah melaporkan kasus ini ke Mabes Polri sebagai upaya memperjuangkan haknya dan menuntut kepastian hukum. Selain RE, Andy Salim juga melaporkan AM, Abd H, dan Nir F diduga terlibat dalam penjualan aset tersebut.

“Saya akan menuntut semua pihak yang sudah terbukti merugikan saya. Semoga Tuhan menolong saya dan melaknat orang-orang yang sudah berlaku dzolim,” pungkas Andy.

Sementara itu, menyikapi laporan yang dilakukan Andy Iswanto Salim ke Polda Metro Jaya Nomor: TBL/3887/VII/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ tertanggal 06 Juli 2020, Abdul Manan, Ketua Dewan Pertimbangan DPD Partai Golkar Kota Bekasi menyatakan taat hukum.

“Dalam masalah ini jangan bawa nama pribadi, tapi DPD Partai Golkar Bekasi. Terkait laporan, sebagai warga negara yang taat hukum, saya siap. Dan saya kira Pak Walikota (Rahmat Effendi – red) sebagai warga negara yang taat hukum, saya rasa juga siap. Gak ada masalah,” ungkap Abdul Manan saat ditemui di Kantor DPD Partai Golkar Kota Bekasi, Selasa (7/7/2020).

“Negara kita Negara hukum, kalau kita gak mau ya Negara kita Negara hukum. Saya siap dan gak ada masalah, hanya persoalannya kan jelas. Tentunya Golkar mematuhi, pasti mematuhi. Kita tunggu keputusan hukumlah, tidak perlu harus ribut, tidak mesti harus berdebat. Soal tadi ada laporan bang Andy ya Monggo, silahkan,” tambahnya.

(*/red)

Tags:

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan