Walikota Tak Membantah Terkait Kasus Gizi Buruk, Kadinkes Bakal Keluarkan Pers Rilis?

Walikota Tak Membantah Terkait Kasus Gizi Buruk, Kadinkes Bakal Keluarkan Pers Rilis?
Walikota Bekasi, Rahmat Effendi dan Kadinkes, Tanti Rohilawati, saat menghadiri Grand Opening disalah satu Klinik Mata di Jalan Sudirman, Kota Bekasi, Jawa Barat. (Selasa, 12 Maret 2019) Foto oleh M-3L Telusur, red

KOTA BEKASI, Telusurnews

 

Berdasarkan data resmi yang didapat dari Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Kasus Gizi Buruk Balita terjadi peningkatan di tahun 2017/2018. Berikut disajikan data dan informasi terkait kasus tersebut :

 

1. Kecamatan Pondok Gede
* 2015, 13 Orang
* 2016, 4 Orang
* 2017, 7 Orang
* 2018, 11 Orang

2. Kecamatan Pondok Melati
* 2015, 17 Orang
* 2016, 10 Orang
* 2017, 13 Orang
* 2018, 16 Orang

3. Kecamatan Jati Sampurna
* 2015, 20 Orang
* 2016, 1 Orang
* 2017, 0 Orang
* 2018, 16 Orang

4. Kecamatan Jati Asih
* 2015, 29 Orang
* 2016, 55 Orang
* 2017, 41 Orang
* 2018, 35 Orang

5. Kecamatan Rawa Lumbu
* 2015, 18 Orang
* 2016, 13 Orang
* 2017, 12 Orang
* 2018, 10 Orang

6. Kecamatan Bekasi Timur
* 2015, 21 Orang
* 2016, 9 Orang
* 2017, 6 Orang
* 2018, 11 Orang

7. Kecamatan Bekasi Selatan
* 2015, 11 Orang
* 2016, 12 Orang
* 2017, 11 Orang
* 2018, 34 Orang

8. Kecamatan Bekasi Utara
* 2015, 30 Orang
* 2016, 14 Orang
* 2017, 11 Orang
* 2018, 17 Orang

9. Kecamatan Bekasi Barat
* 2015, 18 Orang
* 2016, 8 Orang
* 2017, 9 Orang
* 2018, 19 Orang

10. Kecamatan Medan Satria
* 2015, 5 Orang
* 2016, 2 Orang
* 2017, 6 Orang
* 2018, 9 Orang

11. Kecamatan Bantar Gebang
* 2015, 11 Orang
* 2016, 11 Orang
* 2017, 5 Orang
* 2018, 20 Orang

12. Kecamatan Mustika Jaya
* 2015, 3 Orang
* 2016, 3 Orang
* 2017, 20 Orang
* 2018, 24 Orang

Bila di TOTAL :
* 2015, 194 Orang
* 2016, 142 Orang
* 2017, 141 Orang
* 2018, 220 Orang

Menanggapi hal tersebut, Walikota Bekasi, Rahmat Effendi mengatakan, “Sebenarnya bila dilihat secara makro, indeks pembangunan Manusianya bagus gak? Kita kan sudah 79, 79, itu kan sudah luar biasa. Emang masih ada yang itu, yang Gizi Buruk, yang kumuh. Itu yang terus kita perbaiki,” ungkap Walikota yang akrab disapa Bang Pepen, seusai menghadiri Grand Opening disalah satu Klinik Mata tepatnya di Jalan Jendral Sudirman, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (12/3/19) Siang.

Sementara itu, di tempat yang sama, Kepala Dinas Kota Bekasi, Tanti Rohilawati, saat diwawancarai mengatakan segera akan membuat Pers rilis terkait Kasus Gizi Buruk Balita di Kota Bekasi.

“Kita akan mengeluarkan Pers rilis, terkait Gizi Buruk yang pernah disampaikan saat awal. Setelah Kita evaluasi dan validasi, ternyata data yang disampaikan pertama adalah data hasil temuan kasus baru,” pungkas Tanti kepada Awak Media ketika itu.

Lebih lanjut Kadinkes menerangkan, “Secara akumulatif, belum dikurangi dengan progres yang Kita lakukan. Jadi, berdasarkan evaluasi dan validasi setelah kemaren, maka kasus di Kita saat ini ada 76 Kasus Gizi Buruk, yang harus segera Kita tangani. Nanti, secara lengkap Kita akan buatkan Pers rilis dan kita akan undang teman-teman,” imbuhnya.

BACA JUGA :

http://www.telusurnews.com/dinkes-kota-bekasi-dinilai-gagal-atasi-gizi-buruk/

Sementara itu, sebagaimana diberitakan sebelumnya Terkait data Kasus Gizi Buruk Balita yang meningkat tahun 2017/2018, Pengamat Kebijakan Publik, Nico Godjang meminta Walikota Bekasi harus segera mengaudit dan mengevaluasi Dinas Kesehatan terkait meningkatnya kasus tersebut.

“Sebenarnya itu menjadi tanggung jawab Pemerintah, apapun namanya mau Kurang Gizi ataupun Gizi Buruk. Artinya Dinas Kesehatan harusnya memiliki data base, karena sangat ironis ketika berbicara Kota Bekasi Kota Metropilitan tapi masih banyak warga yang Gizi Buruk. Harusnya Pemerintah Kota Bekasi mengaudit dan mengevaluasi Dinas Kesehatan ini. Kota Metropolitan loh, seharusnya Gizi Buruk sudah nol persen, apalagi dengan APBD yang mencapai 6 (enam) Triliun,” ujar Nico melalui sambungan selular, Jumat (22/2/2019) sore.

Lebih lanjut Nico menilai bahwa Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Kesehatan telah ‘gagal’ mengatasi persoalan Kasus Gizi Buruk tersebut.

“Dinas Kesehatan ini kan punya Puskesmas, Petugas Penyuluhan, artinya mereka bisa berkoordinasi dengan Kecamatan, Kelurahan, Puskesmas setempat. Ada yang tidak beres?,” pungkas Nico.

Nico mengatakan, “Kalau menurut saya itu gagal. Makanya Walikota harus segera mengevaluasi Dinas Kesehatan. Kan mereka ada tim penyuluhan terkait Gizi Buruk, artinya sudah sejauh mana mereka melakukan sosialisasi. Jangan-jangan mereka tidak sosialisasi,” tandasnya serius. (M-3L/red)

Tags:

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan