Sejak 2016, Warga Ruko Olympic Lippo Cikarang Tolak Parkir Berbayar, Ada Apa?

Sejak 2016, Warga Ruko Olympic Lippo Cikarang Tolak Parkir Berbayar, Ada Apa?
Ruko Olympic dengan Parkir berbayar

Areal Ruko Olympic waktu belum dipasang Parkir berbayar dan belum dipagari (Foto : Ist)

 

BEKASI – Sejak awal Warga Pemilik RUKO OLYMPIC di Kawasan Kota LIPPO Cikarang, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat, dengan tegas mereka menolak pemberlakuan Parkir berbayar di lingkungan Ruko milik mereka, oleh karena dianggap pemberlakuan tersebut dilakukan secara paksa dan sepihak oleh Menagemen Kota Lippo Cikarang.

Hal itu dikeluhkan oleh Warga Pemilik Rumah Toko (RUKO) Olympic yang terorganisir dalam Wadah yang Mereka namakan ‘Paguyuban Pemilik/Penghuni Ruko Olympic’, didalam nya terdapat Ketua dan Sekretaris sebagai pimpinan. Yohan selaku Ketua, sedangkan Endy sebagai Sekretaris.

Terbukti menurut paguyuban, bahwa pada beberapa areal di Lippo Cikarang, diantaranya Ruko Lembah Hijau sejak awal beberapa tahun yang lalu ditolak keras warga, sehingga tidak diberlakukan parkir berbayar sampai sekarang. Juga di areal Ruko Singaraja sudah dipasang pihak Managemen, kemudian dibongkar Warga hingga terjadi ketegangan antara Warga dan pihak Managemen sehingga sampai sekarang tidak diberlakukan parkir berbayar itu.

Masih menurut Paguyuban, Terakhir di areal Ruko Arkadia di Kawasan Cibiru sudah dipasang dan diberlakukan uji coba parkir berbayar selama beberapa bulan akhirnya dibongkar sendiri oleh pihak Lippo karena penolakan dan ancaman demo besar-besaran dari warga.

Mereka mengungkapkan, hal inilah yang menjadi protes keras warga ruko Olympic, kenapa di areal Ruko mereka yang kecil cuma ada 28 unit Ruko, malahan seakan dipaksakan pemberlakuan parkir berbayar dan pemagaran oleh pihak Menagemen Lippo Cikarang.

Menurut keterangan yang disampaikan oleh Paguyuban melalui Ketua Yohan, bahwa penolakan Warga sudah berlangsung dari awal yakni tahun 2016 dengan mendatangi Kantor Managemen Kota Lippo Cikarang, di Easton Park Lippo Cikarang Kabupaten Bekasi. Mereka melakukan protes dan penolakan terkait itu, bahkan hingga saat ini.

“Tanggapan dari Menagemen Kota Lippo Cikarang malah hanya akan dievaluasi dan dibicarakan lagi dengan Warga Pemilik/Penghuni. Namun, nyatanya janji evaluasi itu hanya seperti taktik jahat untuk mengulur waktu dan mengelabui Pemilik/Penghuni,” ungkap Ketua Paguyuban, secara kecewa.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, “Buktinya, Paguyuban melayangkan surat penolakan surat sampai beberapa kali. Bulan Oktober 2018 yang lalu, Menagemen malahan memagari halaman Ruko dan jalan keluar area Ruko dipagar dan dipasangi beton barrier dengan paksa, layaknya kandang binatang sampai sekarang,” kata dia geram.

Ketua Paguyuban menuturkan, para Pemilik/Penghuni Ruko sudah tidak sanggup lagi mencari nafkah akibat sepi pengunjung. Juga, sebagian besar usaha Penghuni sudah pada tutup.

“Akhirnya kami (Paguyuban Pemilik/Penghuni Ruko Olympic) meminta bantuan dan memberikan Surat Kuasa kepada Lembaga LI TIPIKOR untuk membantu memperjuangkan keadilan bagi kami. Bertepatan juga Lembaga LI TIPIKOR berkantor di lingkungan Ruko Olympic ini,” imbuhnya.

Terpantau, baik Pihak Paguyuban Warga, LI TIPIKOR dan Pihak Lippo, beserta Media, sempat melakukan rapat/pertemuan di Easton Lippo Cikarang, namun sayangnya belum juga menemukan titik temu diantara kedua pihak.

Saat Awak Media meminta tanggapan kepada sejumlah Pimpinan di Lippo yang hadir saat pertemuan (Jumat 22/2/19) pagi, mereka menolak memberikan tanggapan, karna merasa bukan kapasitasnya untuk menyampaikan pernyataan.

Rencananya, demi mendapatkan keadilan, Pihak Paguyuban Warga melalui Lembaga (LI TIPIKOR) akan melakukan upaya lanjutan berdasarkan hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia, bahkan Mereka berencana akan mengadukan persoalan ini ke Presiden Republik Indonesia.

(HS/M-3L)

Tags:

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan