Sampaikan Aduan, Ketua Paguyuban Ruko Olympic didampingi LI TIPIKOR datangi Polrestro Bekasi

Sampaikan Aduan, Ketua Paguyuban Ruko Olympic didampingi LI TIPIKOR datangi Polrestro Bekasi

BEKASI, Telusurnews – Demi mendapatkan keadilan, Ketua Paguyuban Warga para Pemilik/Penghuni Ruko Olympic Lippo Cikarang, didampingi Lembaga LI-TIPIKOR mendatangi Polres Metro Bekasi, di Jalan Ki Hajar Dewantara No. 1, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin 11 Maret 2019, Siang.

Hal tersebut dilakukan, menurut Paguyuban, guna menyampaikan aduan perkara Mereka terkait pemberlakuan parkir berbayar yang diterapkan oleh Menagemen Lippo Cikarang di areal Ruko milik Mereka, sejak tahun 2016 lalu. Menurut Paguyuban, langkah Menagemen Lippo Cikarang dianggap terkesan terlalu dipaksakan, sebab sebelumnya tidak ada persetujuan dari Warga Ruko Olympic. Oleh karena itu, Mereka menolak pemberlakuan tersebut…!!!

Lebih lanjut menurut Paguyuban, langkah memperjuangkan keadilan bagi Mereka sampai di Polrestro Bekasi Kabupaten, mereka lakukan bukan tanpa alasan, yakni berkaitan dengan upaya Mereka selama ini yang meminta Menagemen Lippo Cikarang untuk tidak memberlakukan parkir berbayar di areal Ruko milik mereka, namun seakan tak digubris.

Kedatangan Paguyuban yang didampingi oleh Lembaga LI-TIPIKOR disambut baik oleh sejumlah Anggota yang bertepatan bertugas piket ketika itu.

Terpantau, Ketua Paguyuban memaparkan sejumlah data dan dokumen penunjang terkait aduan dan latar belakang alasan penolakan Parkir berbayar yang diberlakukan oleh Menagemen Lippo Cikarang di areal Ruko milik Mereka.

Baca juga :

 

http://www.telusurnews.com/sejak-2016-warga-ruko-olympic-lippo-cikarang-tolak-parkir-berbayar-ada-apa/

Sebelumnya diberitakan, menurut keterangan yang disampaikan oleh Paguyuban melalui Ketua Yohan, bahwa penolakan Warga sudah berlangsung dari awal yakni tahun 2016 dengan mendatangi Kantor Managemen Kota Lippo Cikarang, di Easton Park Lippo Cikarang Kabupaten Bekasi. Mereka melakukan protes dan penolakan terkait itu, bahkan hingga saat ini.

“Tanggapan dari Menagemen Kota Lippo Cikarang malah hanya akan dievaluasi dan dibicarakan lagi dengan Warga Pemilik/Penghuni. Namun, nyatanya janji evaluasi itu hanya seperti taktik jahat untuk mengulur waktu dan mengelabui Pemilik/Penghuni,” ungkap Ketua Paguyuban, secara kecewa.

Dirinya mengatakan, “Buktinya, Paguyuban melayangkan surat penolakan sampai beberapa kali. Bulan Oktober 2018 yang lalu, Menagemen malahan memagari halaman Ruko dan jalan keluar area Ruko dipagar dan dipasangi beton barrier dengan paksa, layaknya kandang binatang sampai sekarang,” kata dia geram.

Ditambahkannya sebagai perbandingan, pada beberapa areal di Lippo Cikarang, diantaranya Ruko Lembah Hijau sejak awal beberapa tahun yang lalu ditolak keras warga, sehingga tidak diberlakukan parkir berbayar sampai sekarang. Juga di areal Ruko Singaraja sudah dipasang pihak Managemen, kemudian dibongkar Warga hingga terjadi ketegangan antara Warga dan pihak Managemen sehingga sampai sekarang tidak diberlakukan parkir berbayar itu.

Masih Ketua membandingkan, terakhir di areal Ruko Arkadia di Kawasan Cibiru sudah dipasang dan diberlakukan uji coba parkir berbayar selama beberapa bulan akhirnya dibongkar sendiri oleh pihak Lippo karena penolakan dan ancaman demo besar-besaran dari warga.

 

Ketua menegaskan, hal inilah yang menjadi protes keras warga ruko Olympic, kenapa di areal Ruko mereka yang kecil cuma ada 28 unit Ruko, malahan seakan dipaksakan pemberlakuan parkir berbayar dan pemagaran oleh pihak Menagemen Lippo Cikarang. Hal itu dirasa ‘tidak adil’ bagi Paguyuban.

Diketahui, baik Pihak Paguyuban Warga, LI TIPIKOR dan Pihak Lippo, beserta Media, sempat melakukan rapat/pertemuan di Easton Lippo Cikarang, namun sayangnya belum juga menemukan titik temu diantara kedua pihak.

Saat Awak Media meminta tanggapan kepada sejumlah Pimpinan di Lippo yang hadir saat pertemuan (Jumat 22/2/19) pagi, mereka menolak memberikan tanggapan, karna merasa bukan kapasitasnya untuk menyampaikan pernyataan.

Akibat pemberlakuan parkir berbayar selama ini, menurut Paguyuban bahwa para Pemilik / Penghuni Ruko sudah tidak sanggup lagi mencari nafkah akibat sepi pengunjung. Juga, sebagian besar usaha Penghuni sudah pada tutup.

“Akhirnya kami (Paguyuban Pemilik/Penghuni Ruko Olympic) meminta bantuan dan memberikan Surat Kuasa kepada Lembaga LI TIPIKOR untuk membantu memperjuangkan keadilan bagi kami. Bertepatan juga Lembaga LI TIPIKOR berkantor di lingkungan Ruko Olympic ini,” imbuhnya.

(HS/M-3L)

Tags:

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan