PMJ Bongkar Kasus Order Fiktif Transportasi Online

PMJ Bongkar Kasus Order Fiktif Transportasi Online

Penyidik Subdit Cybercrime Polda metro jaya berhasil mengungkap dugaan tindak pidana manipulasi penipuan (Order Fiktif).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, penipuan itu dilakukan oleh empat pelaku diketahui sebagai driver ini berinsial RP, JA, RW dan KA.
“Dia dalam suatu rumah mengoperasikan suatu alat komunikasi, ada di Jelambar, Jakarta Barat kita temukan 4 pelaku ini, mereka sedang lakukan kegiatan penipuan,” kata Argo kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Rabu(13/2/2019).

Menurut Argo, kasus ini bermula ketika penyidik menerima laporan dari PT Gojek selaku perusahaan penyedia jasa transportasi online pada 30 Januari 2019. Dimana dalam laporan itu disebutkan adanya kecurigaan orderan fiktif.
“Kami melakukan penyelidikan, dan keempat pelaku tidak berkutik saat dilakukan penangkapan,” jelas Argo.

Argo menerangkan, para pelaku mengaku hasil kejahatan dipakai untuk kebutuhan hidup sehari-hari

“Hasil kejahatan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” pungkas mantan Kabidhumas Polda Jawa Timur ini.

Dari tangan pelaku, penyidik berhasil menyita barang bukti berupa duapuluh handphone (HP) yang digunakan untuk akun driver order, SIM card ,1 satu handphone Oppo ,1 satu handphone iPhone dan 1satu handphone Xiaomi ,yang digunakan untuk menerima order.
Sementara itu,.

Chief Operating Officer PT Gojek Hans Patuwo mengatakan, manajemen PT Gojek akan menindak tegas bila ditemukan adanya driver nakal.

“Proses ini adalah bagian dari prosedur.Kami telah memberikan sanksi kepada pelaku kecurangan yang masuk dalam aplikasi kami, baik oknum mitra driver maupun pelanggan”, tegasnya.
Dikatakannya, tindakan tegas dilakukan PT Gojek agar menimbulkan efek jera.

“Kami melihat bahwa jalur penindakan hukum perlu kami ambil sehingga memberikan efek jera ” tutupnya.Akibatnya, para pelaku dijerat dengan

UU RI No19 tahun 2016 tentang informasi transaksi elektronik pasal 35 jo ayat 51 ,pasal 33 Jo ayat 49 ,dan pasal 378 KUHP dengan ancaman pidana diatas lima tahun. (Herzan)

Tags:

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan