Kasus Dugaan Penculikan Anak di Al-Amin Bekasi, Berhasil Diungkap

Kasus Dugaan Penculikan Anak di Al-Amin Bekasi, Berhasil Diungkap

Ditreskrimum dan Resmob Polda Metro Jaya berhasil mengungkap penculikan anak di daerah Bekasi Jawa barat.

“Kasus Penculikan di Bekasi Berawal dari LP (Laporan Polisi) di Polresta Bekasi Selasa 09 April 2019, ibu korban melaporkan bahwa anaknya yang berumur 3 Th inisial (ASA) hilang saat main di masjid Al Amin Bekasi. “
Ujar Kabid Humas Polda Metro Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono Kepada Wartawan Jaya di Mapolda Senin 15/04/2019 .

Ibu korban mengetahui anak nya hilang bergegas melapor ke Polisi dan Polisi langsung bergerak melakukan penyelidikan.

Dari rekaman cctv di masjid Al-Amin Bekasi terlihat korban sedang di gendong perempuan paruh baya kemudian pelaku membawa kabur korban.

“Dari hasil Rekaman cctv dan penyelidikan, Polda Metro Jaya dan Polresta Bekasi membuat sketsa wajah ,dan menyebar sketsa di terminal stasiun dan media sosial, Berharap pelakunya di temukan dari masyarakat,” ujar Kabid Humas Argo Yuwono.

Pelaku di ringkus di sekitar masjid dekat stasiun Senen Jakarta Pusat dengan membawa korban yang di Duga di jadikan Pengemis.

“Setelah berjalan waktu dari laporan korban 09 April, tgl 14 April petugas mendapatkan informasi posisi pelaku, TSK berada di daerah Statiun Senen, petugas menelusuri daerah Senen dan Pelaku ditemukan di samping masjid At Taufiq. kemudian pelaku di bawa ke Polda Metro Jaya untuk penyelidikan lebih lanjut,” ujar Argo Yuwono.

Dari Keterangan Tersangka AG, Pelaku sempat membawa korban selama 5 hari ke daerah Tanggerang dan Jakarta Selatan.

“Pelaku sempat membawa korban ke wilayah Tanggerang dan Jakarta Selatan untuk di jadikan sebagai alat agar orang lain merasa ibah dan kasian” tambah Argo Yuwono.

Pelaku AG, sehari-hari tidur dari masjid ke masjid berasal dari Jogja, keseharian tidak berkerja selalu menerima ibah dan kasihan dari orang lain (pengemis).

Kini tersangka AG di jerat dengan pasal 328 dan 330 KUHP dan pasal 83 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman diatas 10 tahun penjara.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengucapkan “Terimakasih kepada masyarakat yang memberikan bantuan informasi kepada petugas kepolisian.
Korban sekarang sudah berada di orang tua kandung nya”. Tutup Argo Yuwono.

Ketua KPAI DKI Jakarta Susanto, mengapresiasi kepada Ditkrimum dan Resmob Polda Metro Jaya tentang penangkapan penculikan anak.

KPAI menghimbau ” untuk masyarakat agar menjaga anak anak nya jgn sampai terlepas dari pantauan orang tua, dari kasus ini kita dapat mengambil pelajaran,” ujar Susanto.

HZ

Tags:

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan