FJT Gelar Diskusi Media di Mall Lagoon Avenue Bekasi

FJT Gelar Diskusi Media di Mall Lagoon Avenue Bekasi

Bekasi – Diskusi publik tentang maraknya “Kriminalisasi Terhadap Pers”, digelar oleh Forum Jaringan Telusur (FJT), ternyata disambut antusias puluhan awak media di Kota Bekasi. Acara bersama ini mengusung tema umum “Pers Bersatu Bermutu Bangun Bangsa”, dipusatkan di Mall Lagoon Venue Bekasi Selatan Kota Bekasi.

Penmas Divisi Humas Polri, Kombespol, Slamet Pribadi menyampaikan terkait judul tentang Kriminalisasi Terhadap Pers, belum pernah melihat pers dikriminalisasi oleh Polri

“Engga pernah lihat (kriminalisasi) pers oleh Polisi. Ya, mungkin itu maksudnya oknum wartawan bukan pers,” ujar Slamet Selasa, (17/2018) dalam diskusi media sekaligus sebagai narasumber.

Namun lanjut dia, kriminalisasi itu bukan kriminal tapi menjadi kriminal karena menurut dia, polisi itu selalu bergerak dengan alat bukti. “Intinya, wartawan itu mitra, sahabat, partner polri,” ucapnya.

Diakui Slamet, polisi tidak bisa mengcover seluruh permasalahan tanpa ada partisipasi semua pihak termasuk pers. Kemudian, polisi juga tidak bisa memonopoli keamanan dalam negeri tanpa ditunjang oleh unsur unsur lain seperti kementrian, lembaga termasuk masyarakat

“Jadi polisi itu tidak bisa berbuat apa-apa tanpa ada peran serta lembaga lain termasuk pers,” sebut Slamet.

Menurut dia, tugas polisi akan lancar manakala ditunjang oleh peran serta dari lembaga lain termasuk pers, “Omong kosong polisi mampu mengerjakan beberapa hal tanpa ada partisipasi masyarakat,” lanjut dia lagi.

Dalam teorinya, ada 3 katagori yang harus dibangun dalam hukum yakni, regulasinya, penegak hukum dan budaya hukum.

“Kalau yang duanya (regulasi dan hukum) dibangun sementara satunya (budaya hukum) tidak, termasuk budaya hukum pers, itu nol,” tegas Slamet.

Misalkan, jika transportasi atau sopir tidak mengikuti aturan, itu percuma saja. untuk itu, budaya hukum harus dibangun ”Jadi, baik itu dikalangan hukum maupun budaya hukum dikalangan pers semuanya harus dibangun,” pungkasnya.

Secara institusional jelas Kombes Slamet, garis perintah Kapolri sudah jelas apalagi sekarang ini, humas Polri lebih mengkedepankan arahan tugas yang seiring dan sejalan dengan wartawan.

“Bapak (wartawan) bisa komunikasi dengan teman-teman wartawan di humas Polri, betapa akrabnya kita dengan mereka. Karena wartawan itu, sebagai jembatan informasi kinerja Polri ke publik,” tutur Slamet.

Narasumber lainnya, Wilson Lalengke, Ketua Umum PPWI menyayangkan maraknya kasus kriminalisasi terhadap pers baru baru ini.

Di negara kita katanya, hanya ada dua institusi atau lembaga yakni Polisi dan Pers yang memiliki hak dan undang – undang. Hanya saja, bagaimana kedua institusi tersebut bisa mengimplementasikannya dilapangan. Sebab itu yang kerap menjadi masalah.

“Contohnya, kalau ada tugas polisi yang dihambat maka akan dikenakan sanksi, begitu juga dengan pers (wartawan),” tambah Wilson..

Namun, pada kenyataanya, ketika wartawan melaporkan aparat yang menghambat atau menghalangi saat peliputan justru tidak ada responsif dari pihak polisi.

Bahkan kata dia, ada beberapa laporan wartawan yang masuk ke (PPWI) bertahun-tahun, namun belum juga diproses oleh pihak kepolisian.

“Salah satunya di Polda Jawa Tengah terkait pelaporan wartawan yang dihalang- halangi oleh aparat, tapi laporan tersebut sampai saat ini tidak ada penyelesainnya di Polda Jawa Tengah,” bebernya.

Tak hanya itu, pada kasus yang lain juga ketika ada pelaporan wartawan yang masuk, Polda hanya beralasan bahwa belum ada badan atau unit yang menangani hal itu di kepolisian.

Misalkan, kalau kasus narkoba ada Diskrimsus, begitu juga dengan kasus pidana umum, ada Reskrimum. Sementara laporan untuk pers, polisi beralasan belum ada unit atau badan yang menangani sehingga kebanyakan ditolak.

“Jadi, hal seperti ini mungkin bisa sebagai catatan kita terutama bagi pak Slamat (Divisi Humas),” tutur Wilson

Ia berharapa, pihak kepolisian dapat mambantu pekerja pers dengan menggunakan UU Pers no 40Tahun 1999. (Tim)

Tags:

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan