Antri bahkan berdesakan, Parkiran PMJ Dinilai Semrawut?

Antri bahkan berdesakan, Parkiran PMJ Dinilai Semrawut?

JAKARTA – Sejumlah warga, saat akan keluar dari Parkiran di pelataran Polda Metro Jaya, terpantau merasa kecewa. Pasalnya, saat mereka hendak keluar pintu parkiran harus mengantri bahkan berdesakan. Di duga, karena kurang nya tenaga profesional dari juru parkir (Prime Parking). Diketahui, pengelolaan parkiran sebelumnya ditangani Primkopol, saat ini oleh Prime parking.

Berdasarkan pantauan Awak Media pada Jumat 12 April 2019, pengendara sepeda motor berdesakan dan harus mengantri untuk bisa keluar dari Polda Metro Jaya. Rata-ata pengunjung dan pengguna parkiran adalah wajib pajak. Pemohon datang untuk membayar Pajak dan mengurus surat-surat Kendaraan Bermotor.

Tampak kekecewaan dirasa dari pengguna sepeda motor yang harus rela mengantri bahkan berdesakan untuk bisa keluar.

“Di dalam pelayanan sudah bagus kenapa sekarang harus mengantri untuk bisa keluar. Saya ini kan antar uang untuk kewajiban bayar pajak,” ujar salah satu pengendara yang tidak ingin disebut namanya.

Masyarakat mengharapkan cepat nya Pelayanan dibidang Publik, yang sudah di tunjukkan oleh Polri dalam memberikan pelayanan, namun harus mendapat kecewa di Pelayanan parkiran.

Disampung itu, gedung parkiran tiga lantai yang di sediakan, tampak sudah tidak menampung lagi, atau melebihi kapasitas sampai membludak keluar dari gedung parkiran.

Prime parking selaku pengelola parkiran di duga menyalahi aturan, sesuai Perda Prov DKI Jakarta Nomor 5 , Pasal 54 ayat (1) tentang perparkiran di Jakarta.

 

Sementara itu, Ketua Presidium Indonesian Traffic Watch (ITW) Edison Siahaan mengatakan, “Sejumlah kawasan seperti lokasi perkantoran pemerintah baik TNI-Polri, lembaga sosial dan pendidikan serta tempat ibadah tidak dikenakan parkir berbayar. Kalau masih ada yang pungut, itu preman,” ungkap Edison kepada wartawan, Jumat (12/4/2019).

HZ

Tags:

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan