Proyek JIAK Belasan Miliar Rupiah di Tondegesan Mendapat Sorotan Ketua LSM KPKN Sulut

Proyek JIAK Belasan Miliar Rupiah di Tondegesan Mendapat Sorotan Ketua LSM KPKN Sulut

SULUT, Telusurnews – Proyek Pembangunan Sarana dan Prasarana Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Desa Tondegesan Satu,Minahasa Sulut tanpa Plang nama,mendapat sorotan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Komisi Pemantau Korupsi Nasional (KPKN) Sulut Steave Raranta.

Kondisi ini membuat masyarakat sekitar dan publik tidak bisa mengawasi pelaksanaan kegiatan proyek tersebut karena tidak memasang plang/papan informasi paket pekerjaan,serta membuat masyarakat tidak mengetahui realisasi anggaran,sumber dana dan batas waktu pelaksanaan proyek.Demikian dikatakan raranta pada selasa (10/4/2018)

“Proyek itu sudah lebih satu minggu ada mulai.tapi tidak pasang papan pemberitahuan makanya torang nintau apa yang mau di buat,” tandas meidy warga tondegesan kepada telusurnews dihadapan Ketua LSM-KPKN di lokasi kebunnya yang berdekatan dengan kegiatan pekerjaan proyek tersebut.

Pemasangan plang papan proyek harus ,karena merupakan kewajiban sesuai dengan kepres no.80 tahun 2003 tentang pedoman pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah.juga terkait dengan Undang Undang no.14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik untuk itu pihak pelaksana diwajibkan untuk memasang Plang Papan Nama Proyek.sehingga masyarakat mudah melakukan pengawasan terhadap proyek yang sedang dikerjakan.tuturnya

“Kami LSM KPKN akan melakukan pengawasan dalam pekerjaan proyek ini.karena kami melihat pelaksana pekerjaan tidak profesional.itu terlihat dari awal pekerjaan.kalau kontraktor bagus dia akan pasang papan plang nama proyek baru eksen,tapi yang ini saya lihat seperti ada yang disembunyikan,LSM KPKN akan mendalami masalah ini belum lagi material bahan mereka taruh di jalan ini kan mengganggu ketentraman dan ketertiban serta kenyamanan pengguna jalan,benar benar saya melihat kontraktor ini bermasalah,tanda awas bagi pelaksana jika ada pekerjaan yang tidak sesuai spek.atau ada penyimpangan atau penyelewengan .kami akan seret ke jalur peradilan karena proyek ini terkait pemakaian uang Negara berbandrol belasan miliar,” imbuh Raranta di Tondano pada telusurnews

Frans Mawikere yang merupakan direksi pelaksana proyek tersebut saat di temui di lokasi pengerjaan proyek JIAK yang sama di di pulutan mengatakan, pekerjaan ini ada 4 titik lokasi berbeda,dan dalam kontrak tidak tertulis bahwa semua harus di pasangi papan plang,terkait material dibadan jalan kami memang bermasalah dengan lokasi penampungan material namun kami akan segera benahi.

“Proyek ini ada 4 lokasi dan kami memakai alat berat untuk pekerjaan penggalian untuk titik tondegedasan memang blum ada plang karena kami pasang di lokasi titik pulutan
Tapi kalo memang di minta kami akan pindahkan papan di lokasi tondegesan.sosialisasi sudah kami lakukan lalu bersama camat,unsur kepolisian dan pihak pihak lain termasuk kades di 4 lokasi yaitu kayu uwi,toure,pulutan dan tondegesan,” tambah dirut Frans.

Hukum Tua Desa Tondegesan saat di konfirmasi mengatakan,”kita nda perhatikan kalo dorang nda pasang papan plang di proyek itu,kita akan lihat ke lokasi dan akan meminta supaya di pasang agar masyarakat tau ini pekerjaan apa,dan untuk apa,serta anggaran berapa.kata hukum tua
“Material nda bisa taruh di jalan, saya juga akan kelokasi untuk menegur mereka, supaya tidak menggannggu para pemakai jalan”. Kata Hukum tua tondegesan satu,Y. Kalengkongan. (rollytelusur)

Tags:

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan