Warga Mempertanyakan Perihal Acara Sosialisasi Dampak Amdal Proyek Baru PT Adhi Karya 

Warga Mempertanyakan Perihal Acara Sosialisasi Dampak Amdal Proyek Baru PT Adhi Karya 

BEKASI, Telusurnews – Sejumlah Warga yang berada disekitaran lokasi pembangunan proyek PT Adhi Karya (Persero) Tbk, di RW 006 dan RW 007 Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, mempertanyakan terkait kegiatan acara Sosialisasi Dampak Amdal Proyek Baru yang dilakukan oleh menejemen PT Adhi Karya, Tbk di Marketing Gallery Grand  Dika City Bekasi Timur, pada Rabu (28/2/2018), siang.

Ditengah berlangsungnya acara pertemuan atau sosialisasi yang dilaksanakan, terpantau Warga mempertanyakan perihal ketidakhadiran perwakilan dari Pemerintahan setempat dan juga Direktur Utama PT Adhi Karya Persero. Bahkan ada Warga yang dengan berani menyatakan bahwa pertemuan itu dianggap ilegal.

”Pertemuan ini ilegal. Seharusnya pertemuan ini harus dihadiri oleh Direktur atau seseorang yang bisa membuat keputusan ”, kata Silalahi, Rabu (28/2/2018).

Silalahi menilai, rencana pembangunan proyek baru seluas 19.618 meter persegi ini, akan sangat merugikan masyarakat setempat. Selain dianggap akan mengganggu kenyamanan, juga dapat mengancam keselataman jiwa keluarga mereka. Bahkan mirisnya lagi, dirinya mengatakan bahwa selama pembangunan proyek tower Grand Dika City tersebut warga sekitar juga tidak pernah dilibatkan.

“Kami sudah mempunyai contoh, bagaimana dua apartemen Grand Dika City ini (red) telah beridiri, bahkan satu sudah beroperasi. Tetapi sedikitpun kami tidak ada mendapatkan untung, satupun warga atau anak-anak kami tidak ada yang bekerja disini”, imbuhnya.

Oleh karena, tambah dia, rencana pembangunan proyek baru PT Adhi Karya yang berada di perbatasan Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi ini harus dilakukan dengan berpedoman kepada Undang-undand Republik Indonesia.

“Jadi jangan sampai kami (orang kecil) tertindas karena investasi orang-orang besar, ini harus dipahami dan diwaspadai”, ucap Silalahi.

Ditempat yang sama, Narti yang juga warga RW 006 juga mengatakan hal senada. Menurut Narti, menduga saat ini PT Adhi Karya sudah mulai melakukan cara-cara kotor untuk memuluskan proyek barunya tersebut, karena telah mengklaim tanah-tanah warga sebagai tanah mereka.

“Padahal itu (tanah-red) belum ada pembebasan. Entah bagaimana caranya, sehingga mereka bisa mengklaim itu tanah mereka”, ucap Narti, warga yang tanahnya diklaim oleh PT Adhi Karya telah dibebaskan.

Sementara itu, perwakilan dari Konsultan, Alwin saat diwawancarai oleh para Wartawan seusai acara, mengatakan bahwa kegiatan yang dilaksanakan memang masih merupakan tahap awal, berupa sosialisasi yang niatnya untuk menginformasikan terkait rencana proyek baru mereka. Oleh karena itu belum melibatkan Pemda.
“Ini baru sosialisasi, menginformasikan bahwa ini akan ada pembangunan…,” tandasnya.
Alwin menerangkan, “Kalau di Permen 17 tahun 2012, itu yang wajib hadir yang tadi yang saya katakan itu, yaitu tiga unsur, Pemerhati lingkungan, Pemrakarsa yang mengundang dan Warga Masyarakat yang berkepentingan tapi tidak tinggal disini. Domain untuk Dinas, hanya ketika kita daftar,” terang dia.

 

(Tim)

Tags:

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan